1. Anda tidak punya uang?
Anda punya penghasilan, kan? Justru orang-orang seperti Andalah yang seharusnya paling utama punya polis asuransi.
Mengapa?
Selalu ada yg akan meninggal dari 100org di sekitar Anda. Apakah Anda bisa menjamin itu bukan Anda? Kalau skr Anda hidup pas-pasan, ketika Anda meninggal justru Anda tidak meninggalkan apa-apa. Usahakanlah 10% saja dari penghasilan Anda untuk ditabung secara rutin dan disiplin. Hasilnya bukan saja untuk pensiun, jika terjadi sesuatu seperti sakit, kecelakaan atau meninggal, ada yg menggantinya.
2. Anda sedang mencicil mobil atau rumah.
Jika Anda gagal membayar cicilan, mobil dan rumah menjadi milik siapa? Betul, punya bank! Apa yg terjadi jika suatu saat Anda gagal membayar biaya hidup keluarga Anda?
3. Anda takut tidak kuat bayar?
Apakah anda punya tanggungan membayar listrik, air telepon, cicilan rumah atau cicilan mobil? mengapa Anda tidak pernah takut tidak bisa bayar, sementara untuk polis Anda tiba-tiba takut? Beri saya waktu 10 menit saja untuk menjelaskan lebih lanjut tentang tabungan dasyat ini.
Jurus 4: Bisnis lagi turun.
Itu adlh resiko wajar bisnis. Sakit atau meninggal adalah resiko wajar kehidupan. Sy yakin orang seperti Anda sudah mempersiapkan secara matang jika bisnis Anda turun. Apkh Bp/Ibu juga sudah mempersiapkan jika resiko kehidupan terjadi pada Bapak/Ibu?
5. Tidak punya uang untuk ditabung.
Sy mengerti masalah Bapak, tp ijinkan sy mempresentasikan tentang pendapatan dan bgmn mengelola keuangan. Lalu, ceritakan tentang keluarga yg mempunyai pendapatan sama. Kelg A menabung dulu dr pendapatannya, sisanya baru dibelanjakan. Kelg B, dibelanjakan dulu, sisanya baru ditabung. Apkh ada sisa? Mungkin sama dgn yg bp. alami skr. Oleh karena itu, maukah bp. sy tunjukan strategi utk bisa menabung? Ikutilah cara seperti yg dilakukan kelg A, menabung dulu dan sisanya dibelanjakan.
6. Menyimpan uang di Bank
Itu memang perlu, tp jika suatu saat Anda sakit atau kecelakaan, apkh bank membayar biayanya dan apkh bank juga akan membayar tabungan sisa yg telah Bp. rencanakan, misal 300 jt? Asuransi akan membiayai jika Bp. sakit dan Asuransi akan menggenapi jumlah uang ingin Bp. tabung.
7. Harta Saya Banyak
Itu sangat menggembirakan, tetapi apkh yakin aman? selagi Anda sehat, serta tidak terjadi sesuatu yg buruk, sy jg yakin akan aman. Akan tetapi, jk terjadi sesuatu pd Anda atau situasi yg buruk terjadi, apkh Anda masih yakin aman? Polis justru penting dan bisa membantu pd saat itu.
8. Bapak akan menunggu sampai cicilan selesai.
Apkh jika terjadi sesuatu kpd Bp, cicilan akan lunas? Jika tidak, Bp. justru meninggalkan warisan utang pd kelg. utk meneruskan membayar cicilan yg menjadi tanggung jawab Bp. Dgn polis Bp. sudah punya perlindungan jk terjadi sesuatu.
9. Bisnis kadang susah tapi biasanya selebihnya baik.
Buktinya bisnis bp. terus berjalan. Apkh bisnis ini punya bp. sendiri dan apkh bp. dibayar? Apa yg akan terjadi jika suatu saat terjadi sesuatu pd bp? Mengapa Bp tidak membayar diri sendiri 1jt/bln yg bs menjadi pensiun Bp. di hari tua?
Terimakasih, semoga bermanfaat
GedeAllianz
Anda punya penghasilan, kan? Justru orang-orang seperti Andalah yang seharusnya paling utama punya polis asuransi.
Mengapa?
Selalu ada yg akan meninggal dari 100org di sekitar Anda. Apakah Anda bisa menjamin itu bukan Anda? Kalau skr Anda hidup pas-pasan, ketika Anda meninggal justru Anda tidak meninggalkan apa-apa. Usahakanlah 10% saja dari penghasilan Anda untuk ditabung secara rutin dan disiplin. Hasilnya bukan saja untuk pensiun, jika terjadi sesuatu seperti sakit, kecelakaan atau meninggal, ada yg menggantinya.
2. Anda sedang mencicil mobil atau rumah.
Jika Anda gagal membayar cicilan, mobil dan rumah menjadi milik siapa? Betul, punya bank! Apa yg terjadi jika suatu saat Anda gagal membayar biaya hidup keluarga Anda?
3. Anda takut tidak kuat bayar?
Apakah anda punya tanggungan membayar listrik, air telepon, cicilan rumah atau cicilan mobil? mengapa Anda tidak pernah takut tidak bisa bayar, sementara untuk polis Anda tiba-tiba takut? Beri saya waktu 10 menit saja untuk menjelaskan lebih lanjut tentang tabungan dasyat ini.
Jurus 4: Bisnis lagi turun.
Itu adlh resiko wajar bisnis. Sakit atau meninggal adalah resiko wajar kehidupan. Sy yakin orang seperti Anda sudah mempersiapkan secara matang jika bisnis Anda turun. Apkh Bp/Ibu juga sudah mempersiapkan jika resiko kehidupan terjadi pada Bapak/Ibu?
5. Tidak punya uang untuk ditabung.
Sy mengerti masalah Bapak, tp ijinkan sy mempresentasikan tentang pendapatan dan bgmn mengelola keuangan. Lalu, ceritakan tentang keluarga yg mempunyai pendapatan sama. Kelg A menabung dulu dr pendapatannya, sisanya baru dibelanjakan. Kelg B, dibelanjakan dulu, sisanya baru ditabung. Apkh ada sisa? Mungkin sama dgn yg bp. alami skr. Oleh karena itu, maukah bp. sy tunjukan strategi utk bisa menabung? Ikutilah cara seperti yg dilakukan kelg A, menabung dulu dan sisanya dibelanjakan.
6. Menyimpan uang di Bank
Itu memang perlu, tp jika suatu saat Anda sakit atau kecelakaan, apkh bank membayar biayanya dan apkh bank juga akan membayar tabungan sisa yg telah Bp. rencanakan, misal 300 jt? Asuransi akan membiayai jika Bp. sakit dan Asuransi akan menggenapi jumlah uang ingin Bp. tabung.
7. Harta Saya Banyak
Itu sangat menggembirakan, tetapi apkh yakin aman? selagi Anda sehat, serta tidak terjadi sesuatu yg buruk, sy jg yakin akan aman. Akan tetapi, jk terjadi sesuatu pd Anda atau situasi yg buruk terjadi, apkh Anda masih yakin aman? Polis justru penting dan bisa membantu pd saat itu.
8. Bapak akan menunggu sampai cicilan selesai.
Apkh jika terjadi sesuatu kpd Bp, cicilan akan lunas? Jika tidak, Bp. justru meninggalkan warisan utang pd kelg. utk meneruskan membayar cicilan yg menjadi tanggung jawab Bp. Dgn polis Bp. sudah punya perlindungan jk terjadi sesuatu.
9. Bisnis kadang susah tapi biasanya selebihnya baik.
Buktinya bisnis bp. terus berjalan. Apkh bisnis ini punya bp. sendiri dan apkh bp. dibayar? Apa yg akan terjadi jika suatu saat terjadi sesuatu pd bp? Mengapa Bp tidak membayar diri sendiri 1jt/bln yg bs menjadi pensiun Bp. di hari tua?
Terimakasih, semoga bermanfaat
GedeAllianz