Cara HeBaT LINDUNGI Aset


Manfaat Asuransi Jiwa sangat PENTING dan DIBUTUHKAN oleh semua orang.

Bila resiko sakit terjadi, maka seseorang harus mengeluarkan sejumlah uang sebagai ganti biaya penyembuhannya. Dalam hal ini, Pengelolaan Asuransi dilakukan sendiri (PT. Diri Sendiri). Mengapa tidak menggunakan pihak yang lebih profesional dengan kekuatan yang jauh lebih besar untuk mengelolanya, yaitu PT. Asuransi?

Contoh :
Pria 30 th → Setor 11 Jt/thn x 10 th =  Rp 110 Jt (Total MODAL), maka manfaat :
→  PROTEKSI 49 PENYAKIT KRITIS : Rp 500 Jt s/d usia 70 thn.
→ ASET TETAP : Rp 1 M  +  Saldo di usia 60 thn Rp 518,302 jt (13%) atau Rp 2,76 M (18%)
→  PAYOR B (Setoran dilanjutkan oleh Allianz s/d 65 thn bila terdiagonsa CI atau TPD)
Dimana dan dengan cara apa kita bisa melindungi aset kita dengan nilai Rp 1 M + 500 Jt + Saldo , hanya dengan modal 110 jt ?
… Bahkan bisa dicicil setiap bulan ...

Biaya Penyakit Kritis sangat besar dan bahkan tidak terbatas, itupun belum tentu sembuh seperti sedia kala. Bila Resiko tersebut terjadi, maka kita sudah disiapkan sejak awal bergabung oleh PT. Asuransi dengan budget Rp 500 Jt. Bila jumlah ini juga belum cukup -Jangan KHAWATIR, karena kita masih memiliki Aset Rp 1 M dan juga Saldo Investasi. Sehingga kita bisa melakukan cara lain sebagai pengganti sementara, selanjutnya diakhir kehidupan bisa dikembalikan dengan Aset yg juga sudah disiapkan tersebut. Dalam hal ini, Aset kekayaan yang kita miliki akan tetap dapat dimiliki atau terlindungi dengan sangat baik.

Asuransi SAKIT KRITIS adalah keunggulan utama dalam program Unit Link Allianz, karena :
Jumlahnya 49 Jenis
Covernya s/d usia 70 thn
Manfaatnya terpisah dari UP dasar

Organisas Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa setiap 11 menit ada satu penduduk dunia yang meninggal karena kanker dan setiap 3 menit ada satu Penderita Kanker baru. Kanker merupakan salah satu resiko sakit yang sangat populer disamping : Stroke, Jantung, dan Gagal Ginjal. Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia, "Setiap tahunnya terdapat 190rb-200rb penderita kanker baru, tapi tempat pelayanan radioterapinya hanya 22 sentra,” kata guru besar Universitas Airlangga Surabaya Prof H Sugiarto Suwitodihardjo di Surabaya (Dikutip dari situs AntaraNews.com).
Sangat mengerikan melihat begitu besarnya angka penderita Sakit Kritis dan besarnya biaya yang dibutuhkan saat pengobatan maupun penyembuhannya (bila memungkinkan). Hal ini diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan semakin kompleksnya kehidupan masyarakat dengan pola kerja, pola makan, dan pola istirahatnya.

Sementara disisi lain ada kondisi dimana :
Tidak seorangpun bisa KEBAL terhadap Resiko Sakit Kritis dan beberapa resiko lainnya seperti: Kecelakaan, Cacat, Meninggal dan Hari Tua.
Tidak seorangpun bisa MEMILIH resiko sakit kritis mana yang siap dan akan terjadi, dalam hal ini tidak ada NEGOSIASI bila resiko itu sudah terjadi, dia harus dihadapi.
Tidak seorangpun bisa mengetahui KAPAN resiko sakit itu akan terjadi.
Bila resiko sakit kritis tersebut terjadi, semuanya BUTUH UANG dengan jumlah yang tidak sedikit.
Mumpung belum terjadi, ada pilihan saat ini yaitu mau pakai UANG SIAPA...? Uang dari PT. Diri Sendiri atau Uang dariPT. Asuransi...?

Ratusan ribu angka penderita Sakit Kritis setiap tahunnya dengan Biaya yang sangat tinggi tersebut, bisa saja salah satunya termasuk anggota keluarga kita tercinta. Alangkah Bijaksananya, bila kita mempersiapkannya sejak dini dengan baik. Sehingga dengan berbagai kemungkinan resiko yang bisa terjadi tersebut, tidak akan mengacaukan financial ataupun Aset aset yang sudah kita bangun dengan susah payah.
Sebagai ilustrasi dari salah satu pilihan atas pertanyaan diatas, yaitu :
Bila menggunakan PT. Diri Sendiri dan resiko tersebut terjadi (dibutuhkan uang Rp 500 Jt), maka anda akan mengeluarkan uang tersebut SEKALIGUS. Bila menggunakan PT.Asuransi, maka anda bisa MENCICILnya dengan Rp 11 Jt setiap tahunnya.
Ayo... Lebih baik yang mana, Bayar sekaligus atau Mencicil ???

Bila menggunakan PT. Diri Sendiri dan anda ingin mencicilnya, maka anda akan membutuhkan WAKTU hampir 50 thn kedepan. Bila menggunakan PT. Asuransi, maka dana tersebut akan LANGSUNG disiapkan oleh perusahaan setelah 90 hari. Ayo... Lebih baik yang mana, menunggu 50 thn kemudian baru ada dananya atau langsung disiapkan diawal ???
Bila menggunakan PT.Diri Sendiri dan dana tersebut dibutuhkan, maka anda akan mengeluarkan uang MODAL UTUH 100 % sebesar 500 Jt. Bila menggunakan PT.Asuransi, maka anda hanya mengeluarkan Modal yang jauh LEBIH MURAH. Ayo... Lebih baik yang mana, Modal utuh 100 % atau Modal yang jauh lebih kecil ???

Menunda = Resiko.
Ayo... Segera miliki program Asuransi dan lakukan perhitungan kembali apakah program asuransi yang sudah dimiliki tersebut cukup untuk keluarga tercinta?
Kami siap memberikan pendampingan secara profesional untuk jangka waktu yang jauh kedepan.
Mulailah sedini mungkin disaat usia masih muda dan kesehatan yang prima. Karena bila terlambat, Asuransi tidak dapat dibeli dengan harga berapa pun.


Read more…

Cara HeBaT BANGUN Aset

Apa yang kami sampaikan di bawah ini adalah cara alternatif yang sangat luar biasa dan bisa kita gunakan untuk membangun sebuah Aset dalam sektor Financial.

Disadari ataupun tidak, Cara ini sudah umum dilakukan dalam masyarakat Modern dengan menggunakan program Asuransi Jiwa seumur hidup (Whole Life Insurance). Apalagi bila dihubungkan dengan manfaat Asuransinya, bila resiko terjadi, maka manfaat tetap diterima full sesuai planning walaupun baru melakukan sekali setoran.
Contoh :
Pria 30 th → Setor 800rb/bln x 8 th =  Rp 76,8 jt (Total MODAL), maka manfaat :
→  ASET Rp 1 M  +  Saldo di usia 60 thn Rp 449,5 jt (13%) atau Rp 2,2 M (18%)
→  PAYOR B (Setoran dilanjutkan oleh Allianz s/d 65 thn bila terdiagonsa CI atau TPD)

Dimana dan dengan cara apa kita bisa membangun aset Rp 1 M + saldo hanya dengan modal 76,8 jt ?
… Bahkan bisa dicicil setiap bulan ...

Pola ESTAVET:
Bila Aset ini dibangun pada Orang tua dalam 10 thn kedepan, maka selanjutnya Aset tersebut dapat segera dibangun pada anak-anak dengan budget yang jauh lebih murah & dengan waktu yang lebih singkat. Ketika Anak-anak dewasa, mereka hanya perlu membelikan untuk Anak-anak mereka (Cucu Kita).  Karena membeli Asuransi di usia balita, maka Budget yang dialokasikan menjadi sangat kecil dan tentu semua yang lahir bisa memilikinya.  Demikianlah seterusnya pola “Bangun Aset” ini dilakukan secara estavet hingga semua lapisan generasi memiliki Aset yang sangat berharga.
Bila demikian, mungkinkah kehidupan generasi selanjutnya jadi tidak menentu, sekalipun dalam kondisi resiko ?
Apakah kita yang kini punya kemampuan, mengharapkan kehidupan yg lebih baik kelak pada anak cucu tercinta ?


Read more…

Mengapa ALLIANZ?

Allianz adalah perusahaan yang sangat TERPERCAYA
dengan usia yang telah melebihi ratusan tahun (Lahir tahun 1890 di Munich Jerman).

Selama ratusan tahun sudah Allianz memberikan Bukti Nyata terhadap kekuatan perusahaan maupun layanan pada customer dan bisnis partner.

Allianz adalah Perusahaan Asuransi dengan TERBESAR Dunia dengan posisi rank ke 20 dalam daftar 500 perusahaan terbesar di dunia (Majalah Fortune 500 Edisi No. 14 thn 2010). Ini adalah wujud nyata kepercayaan masyarakat dunia yang sangat besar kepada Allianz.

Allianz adalah perusahaan yang sangat KOKOH dengan dukungan lebih dari 700 anak perusahaan diberbagai bidang maupun kepemilikan saham di berbagai perusahaan besar dunia lainnya. Hal ini memberikan rasa Aman & Nyaman bagi semua pihak.

Allianz adalah perusahaan yang sangat PROFESIONAL di bidang Financial, yaitu : Perbankan, Asuransi, dan Asset Management "Financial Solution from A to Z".

Allianz Indonesia memiliki RBC thn 2010 = 499 % , salah satu tolak ukur yang melebihi dari syarat minimum yang ditetapkan pemerintah, yaitu 120 %. Hal ini memberikan Kepastian & rasa aman pada customer maupun bisnis partner.

Allianz Indonesia juga telah mempersiapkan sistem support & fasilitas yang sangat luar biasa untuk bisa melayani customer maupun bisnis partner kedepannya dengan sangat baik di seluruh Indonesia.


Read more…

KISAH TUKANG SEPATU

Seorang tukang sepatu bertanya kepada bocah yang hendak memesan sepatu padanya, "Kamu ingin sepatu yang ujungnya kotak atau bulat?".

Bocah itu bingung dan tidak menjawab. Tukang Sepatu itu memberi waktu sang bocah untuk berpikir. Beberapa hari kemudian Tukang Sepatu menanyakan hal yang sama, tapi Si Bocah masih tetap bingung untuk memilih yang mana. "Kalau begitu, datanglah beberapa hari lagi, sepatumu sudah akan jadi pada saat itu", kata Tukang Sepatu.
Betapa kagetnya Sang Bocah saat dia di sodori sepasang sepatu yang berbeda, yang satu berujung kotak dan satunya lagi berujung bulat. Sungguh aneh bentuknya saat dipakai. Menyadari kesalahannya, Sang Bocah hanya diam saja tanpa berkomentar apa-apa. "Ini akan mengajarmu untuk tidak pernah membiarkan orang lain membuat keputusan untukmu!!!", tegas Tukang Sepatu.

Saudaraku, Tukang sepatu tersebut memberikan pelajaran yang amat berharga kepada bocah yang bernama Ronald Reagan, yang di kemudian hari menjadi presiden AS.

“Saya belajar sejak saat itu, bahwa jika saya tidak membuat keputusan sendiri, maka orang lainlah yang akan memutuskannya...”,
kata Ronald Reagan.

Semoga berkenan dan bermanfaat. Mohon maaf lahir batin. ,, ({}):*

Read more…

1 Milyar

IGede Joniarta (@gegaeneigde) tweeted at 8:16 AM on Tue, Oct 07, 2014: Warisan 1 Milyar itu bisa disiapkan! Bagi siapa sj yg mau. Bkn hanya utk org tertentu yg mampu. #Taplus (https://twitter.com/gegaeneigde/status/519295206244368384) Get the official Twitter app at https://twitter.com/download

Read more…